Sejarah Lengkap Tugu Lawet Kebumen dan Dibalik Kisahnya

Sejarah Lengkap Tugu Lawet Kebumen

Tugu Walet Kebumen hampir setengah abad berdiri kokoh di tengah pusat kota Kebumen. Tugu Lawet mudah dijumpai sebab tempatnya berada di lokasi strategis yakni di simpang empat pusat Kota Kebumen.tepatnya di jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kusuma dan Jalan Pemuda.

Sejarah Lengkap Tugu Lawet Kebumen

Awalnya sejarah Tugu Lawet ini diciptakan untuk mencerminkan kegiatan dan perjuangan para pengunduh sarang burung walet yang berada di goa-goa tepatnya di tebing karang di pesisir selatan Kecamatan Ayah dan Kecamatan Buayan.

Tugu Lawet Kebumen juga dijadikan simbol kemakmuran masyarakat Kebumen yakni dari bisnis sarang burung.

Dulu hasil sarang burung walet menjadi salah satu tumpuan pendapatan asli Kabupaten Kebumen.
 Hal ini dapat dilihat Pemerintah Kabupaten Kebumen sendiri mengesahkan logo Kabupaten dengan gambar walet dan pusat kota kebumen juga di buat Tugu walet.

Tugu walet atau Lawet Kebumen Icon Kota Kebumen

Dari dahulu sampai sekarang tugu ini merupakan tugu kebanggan warga kebumen dan menjadi tempat untuk bernostalgia.

Meski indah nan cantik namun bentuk Tugu Lawet sendiri tidak beraturan sebab bentuknya mengilustrasikan bentuk karang pesisir selatan Kebumen yang begitu terjal.

Patung ;ima orang yang terdapat pada tugu walet mengilustrasikan kesederhanaan para pengunduh yang hanya mengenakan celana pendek dan tas slempang dan dua ekor patung burung walet raksasa di puncak tugu tersebut.

Melansir dari beberapa sumber, Tugu Lawet dirancang pada masa pemerintahan Bupati Supeno Suryodiprojo (1965-1975 ) oleh seniman patung yang berasal dari Kebumen yakni Tan Giok Twan atau yang akrab disapa Teguh Twan (wafat, 17/6/2018) dan temannya Suko

Tugu Lawet dibangun sejak 1975 hingga 2018 ini masih kuat dan kokoh berdiri.

Sejarah Lengkap Tugu Walet Kebumen dan Dibalik Kisahnya

Tugu walet dibuat dari bahan cor beton, memiliki tinggi 15 meter, tiap sayap burung lawet memiliki panjang 3,6 meter, tinggi patung orang 1,75 meter dan dasar tugu walet berdiameter 10,21 meter.

Sejarah Tugu Lawet Kebumen

Dilansir dari beberapa situs, dahulu sebelum melakukan pengunduhan selalu diadakan upacara selamatan pengunduhan sarang burung walet dengan melakukan penyembelehan kerbau bule, kemudian malam sabtu mengadakan wayangan, kemudian hari sabtu siang ketoprak besertaa kuda lumping. Dan malam minggu diakhiri dengan tayuban (Kesenian yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak). Nah, khusus yang nayub sendiri berasal dari pegawai yang akan mengunduh sarang burung walet tersebut.

Selain merupakan warisan budaya dan mitos, ritual mengunduh sarang burung walet ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan sang pemilik alam.

Sedangkan dalam sudut pandang mitos, hal ini merupakan tradisi sudah turun-temurun dilakukan, bahwa upacara selametan mengunduh sarang burung walet ini bertujuan untuk memohon restu kepada penguasa laut selatan yaitu Nyi Roro Kidul (Ratu Kidul) agar mendapatkan perlindungan keselamatan dan panen sarang walet yang melimpah.

Selain itu acara selamen ngunduh sarang burung Walet bagi masyarakat sekitar juga sebagai manfaat religi, manfaat sosial budaya, manfaat ekonomi, fungsi pengembangan wisata alam dan pantai, serta manfaat pendidikan.

Sedangkan makna simbolik yang terkandung dalam upacara selametan ngunduh sarang burung walet merupakan wujud kebersamaan, gotong royong, penghormatan, permohonan, dan rejeki yang melimpah.

Letak sarang burung walet berada di lubang-lubang pada goa atau dinding karang (gua breksi) yang ada di bibir laut Karangbolong. Panen sarang burung lawet merupakan hal yang menegangkan, penuh tantangan, dan butuh keberanian tingkat tinggi. Bagi para pengambil sarang burung lawet harus melakukan merambat di dinding karang dengan kondisi medan lokasi yang terjal, licin, angin laut yang kencang, serta hantaman ombak yang besar tepat di bawahnya.

Untuk acara selametan di danai oleh APBD kabupaten Kebumen sebab hasil sarang burung walet masuk ke Pendapatan Asli Daerah.

Dahulu dalam satu tahun sarang burung walet dapat diunduh sebanyak 4 kali yakni pada mangsa Kaloro, Kapapat, Kapitu, dan Kasongo. Begitu juga dengan acara selamatannya juga dilakukan 4 kali.

Dahulu hasil pengunduhan serang burung walet bisa mencapai 3 sampai 5 kuwintal. Namun perlu disayangkan di awal tahun dua ribuan pendapatan sarang burung walet mulai menurun drastis hingga sampai ke titik terendah yakni hanya mendapatkan 7 ons saja. Parahnya di tahun 2010 pemerintah kebumen menganggap pendapatan dari sarang burung walet sudah tidak ada dan ditutup.

Dikutip dari salah satu situs, alasan hasil sarang burung walet berkurang bahkan turun drastis sebab diakibatkan penggundulan hutan sekitar sehingga mempengaruhi jumlah makanan burung walet dan lama kelamaan burung walet tersebut berpindah tempat.

Nah, Bagi anda yang kangen dan rindu mendalam akan kota kebumen anda dapat membeli Miniatur Tugu Walet Kebumen. atau langsung japri disini

Miniatur Tugu Walet adalah bentuk mini maskot Kota Kebumen yakni Tugu Walet Kebumen.
Miniatur ini:
✓ Cocok dijadikan cendera mata
✓ Cocok dipajang di ruang tamu
✓ Cocok dipajang dengan craft lain
✓ Cocok diletakkan di atas meja belajar dan ruang kerja
✓ Cocok dijadikan sebagai kenangan dan lain-lain

Setelah itu Miniatur ini juga:
Cocok diletakan diatas meja kerja/belajar
Cocok diletakan meja tamu
Cocok diletakan di ruang keluarga
Cocok juga diletakan meja di kamar tidur
Cocok diletakan almari ruang tamu maupun dibarengkan dengan handy craft (kerajianan) lainnya.

Kemudian, Bagi kamu yang dulu lahirnya di kebumen dan sekarang beda domisili pastinya kangen kan sama kota kelahiran. Jadi souvernir ini sangat cocok bagi anda beli untuk dijadikan memori yang tak terlupakan. Beli Disini