Cakra Wardya 1922 Kepala Desa Ke-1 Desa Tegalretno, Ini Sejarah Desa Tegalretno

Legenda dan Sejarah Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen

Pada jaman dahulu kira-kira sejak penjajahan Belanda Desa Tegalretnoterbagi menjadi dua desa, yakni Desa Ubil disebalah barat dan Desa Baleng disebelah timur. Seiring waktu berjalan dan peraturan pemerintah Belanda pada tahun 1922 kedua desa tersebut yaitu ubil dan baleng menjadi satu desa yakni Desa Tegalretno. Istilah tegalretno ini diambil dari tokoh masyarakat desa Tegalretno yang saat menjabat sebagai kepala desa bernama" Cakra Wardaya" yang berasal dari tegal artinya lahan dan retno artinya Intan jadi artinya adalah Lahan Yang berharga.

Masa Pemerintahan CAKRA WARDYA (Tahun 1922-1933)
Pada masa pemerintahan Cakra Wardaya system pemilihannya adalah dipilih langsung oleh rakyar dengan sistem dodokan. Sistem Dodokan adalah system pemilihan dengan cara pemilih langsung ndodok atau jongkok didepan calon kepala Desa yang dipilihnya. Jadi Pemilihab yang paling banyak ndndok dideiapn calon kepala desa dialah yang jadi kepala desa. Pada masa pemeritahan tersebut Kepala Desa dibantu wakil kepala desa yaitu Conggog, Kaum bertugas menangani bidang kemasyarakatan, carik sebagai orang yang bertugas menangani administrasi, polisi sebagai orang yang menangani tugas dibidang keamanan, kebayan menangani wilayah masing-masing atau sekarang dikenal sebagai kadus. Pembayaran gaji pemerintahan desa waktu itu diambilkan dari tanah Bengkok dan tanah bondo desa.

Masa Pemerintahan Sugeng (Tahun 1933-1966)
Pada masa ini sistem pemilihannya sudah mulai demokrats seperti calon yang memperoleh lidi terbanyak dialah yang menjadi kepala desa. Pada zaman penjajahan belanda desa ini pernah menjadi pusat kegiatan tentara melawan penjajahan belanda sampai cuku lama. Sehingga pemerintah sugeng mengalami kesulitan keuangan sampai akhirnya kepala desa bersama masyarakat menjual tanah bondo desa yang terletak di Blok Britan untuk memberi makan kepada para tentara. Untuk pusat pemerintahan Sugeng berada didukuh Ubil belum mempunyai kantor sedangkan untuk mengumpulkan warga menggunakan Kentongan.

Masa Pemerintahan Slamet Khusnudin (Tahun 1966-1988)
Pada masa pemerintahan ini sistem pemerintahan sudah berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Cara Pemeilihan sama dengan pemerintahan Bumbungan. Pada saat itu terdapat tiga calon yakni:
1. Mohamad Muhdir
2. Mohamad Hambali
3. Slamet Khusnudin
Kegiatan pemerintahan dizaman slamet khuznudin sudah tertata dengan cukup baik sebab masing-masing Perangkat Desa sudah menjalankan tugas sesui dengan Tupoksinya. Demikian juga dengan pencacatan penduduk dilaksanakan oleh Kebayan saat itu disebut Kaur Pemerintahan. Pusat pemerintahan jug sudah dinamakan Kantor Desa dan berada di dukuh ubil menempati tanah yang semula milik warga yang kemudian ditukar guling dengan tanah milik desa di blok Britan. 

Pada zaman pemerintahan inikegiatan ekonomi sudah banyak dirasa oleh masyarakat diantaranya banyak Investor dari perusahaan Gula Maukismo Yogyakarta yang menanam tebu di desa tegalretno seluas 30Ha, selain itu ada juga penanaman kapas dan rosella.  Pada Masa ini Bandes ( Bantuan Desa) sudah mulai masuk untuk membiayai kegiatan operasional kegiatan desa.
Tahun 1978 Dana Inpres masuk dan mulailah pembangunan SD yang menempati tanah desa yang kemudian tahun 1979 mulai dibangun kantor desa dan balai desa yang menemati tanah tuker guling.
Tahun 1988 Desa tegalretno mendapat bantuan bibit kelapa

Masa Pemerintahan Abu Khamdi
Pada zaman ini suda tertata dengan baik sebab sudah ada aturan masa jabatan kepala desa dan perangkat desa sudah diatur dalam peraturan daerah Kebumen. Pada masa ini kepala desa tidak boleh mengangkat perangkat desa. Sebutan-sebutan untuk Kabayan, Pulisi desa, Conggog, Carik sudah berganti istilah.
Pengembangan wilayah pada tahun ini:
- Proyek Padat Karya pembangunan normalisasi salularan air sepanjang 2.000 meter dari rw 1-4
- Pembangunan rehab kantor kepala desa pada tahun 1991.
- kegiatan rehab jembatan dan gorong-gorong dilaksanakan oleh desa dan LKMD sebagai pelaksana.
- PKK mulai berjalan seperti posyandu yang melayani peyuluhan kesehatan, keluarga berencana.
- Tahun 1988 pemerintah pusat sudah ada progam bantuan beras miskin
- dan adanya LMD (lembaga Musyawarah Desa.

Masa pemerintahan abu khamidi berakhir pada tahun 1988 setelah terbitnya SK Bupati kebumen tentang pemberhentian Kepala Desa.

Masa Pemerintahan Mokhammad Muhkhrodin (Tahun 1999-2007)
Pada masa pemerintahan Mokhammad Muhkhrodin, sitem pemerintahannya sudah mengalami perubahan seperti halnya:
- Dibentuknya BPD
- Bantuan pemerintah Kabupaten berupa DPD/K ( Dana pembangunan Desa/ Kelurahan)
- Progam P2MPD tahun 2002
- Progam Makadam 2003 sepanjang 900 meter yakni dari RW II sampai RW IV.
- Saluran air dibuat di RW III
- Tahun 2004 menerima progam DPKM
- Tahun 2004 diterimanya dana stimulan rehab TK

Masa Pemerintahan ANWAR FAJRIN (Tahun 2008-2013)
Pemerintahan Anwar Fajrin desa tegalretno semakin maju yang mana hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas perangkat. Dibidang pengembangan wilayah dtandai dengan beberapa hal yakni seperti :
- Pembangunan makadam dan aspal sudah mulai tampak.
- Perolehan dan perimbangan, DAU dan ADD
- Pada tahn 2008-2009 pembangunan fasilitas Tempat pelelangan ikan (TPI)
- Dan pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa

Masa Pemerintahan SUPRIYANTO (Tahun 2013-sekarang)
Pada Masa Pemerintahan SUPRIYANTO adalah massa terbitnya Undang Undang Desa nomor 6 Tahun 2014 maka semakin majulah desa Tegalretno.

Sumber:
RPMJDes Tegalretno