Inilah Sejarah Desa Purwoharjo Kecamatan Puring, "Dulu Namanya Desa SAWO"

Pada zaman dahulu kala berkembang mitos, bawasannya Desa Purwoharjo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen dijaga oleh dayang yang sering disebut sebagai Mbah Gambir, yang konon bertahta disebuah pohon sawo besar ditengah – tengah desa. Konon critanya Mbah Gambir inilah yang selalu menjadi simbol penjaga dari mara bahaya Desa Purwoharjo. Sehingga para penduduk mempercayai kalau tinggal di Desa Purwoharjo adalah satu anugrah dan kenyamanan tersendiri.

Bahkan pada waktu penjajahan Belanda sekalipun konon critanya tidak ada korban jiwa akibat serangan tentara Belanda baik pada waktu penjajahan ataupun saat Agresi Militer I dan II. Bahkan bukan hanya dari serangan Militer Balanda saja tapi juga dari serangan alam seperti banjir, badai, petir atau yang lain. Bahkan mitos seperti ini bukan hanya dipercayai oleh penduduk Desa Purwoharjo tapi juga penduduk desa lainnya. Maka jika para penduduk baik penduduk Desa Purwoharjo atau Penduduk Desa lainnya jika ada suatu marabahaya merasa nyaman bila telah berada di wilayah Desa Purwoharjo.

Karena keberadaan Mbah Gambir yang bertahta di pohon Sawo inilah yang menjadikan Desa Purwoharjo dahulu bernama Desa “SAWO” sebagai penghormatan kepada Mbah Gambir yang bertahta di pohon Sawo.

Waktupun berjalan sehingga pada suatu ketika Pohon Sawo yang dipercayai oleh Penduduk Desa sebagai kediaman Mbah Gambir tumbang. Kemudian para kesepuhan Desa berembug untuk menggantikan pohon sawo ini dengan tanaman lain. Kemudian melalui kesepakatan para kesepuhan desa pohon sawo diganti dengan pohon Putat, kemudian tempat penanamannya pun berpindah. Kemudian wilayah penanamannya pun jadi terkenal dengan daerah putat. Kemudian lokasi penanamannya menjadi dikenal sebagai BONAYU (Kebon Ayu).

Waktupun berjalan kembali, Desa Purwoharjo yang waktu itu masih bernama Desa Sawo banyak terjadi hal – hal buruk, ontran – ontran, paceklik dan wabah penyakit. Sehingga atas inisiatif dan pandangan naluri yang mendalam para kesepuhan desa terutama Kepala Desa yang waktu itu di jabat oleh Bpk. Hoedojo mengganti nama Desa Sawo menjadi Desa Purwoharjo.

Hal ini dilakukan agar desa menjadi aman, tentram, damai dan sejahtera sesuai dengan nama barunya yaitu “PURWOHARJO”, “Purwo” berarti kawitan atau awal, permulaan, dan ”Harjo” berarti karaharjan atau sejahtera. Dengan bergatinya nama dari Desa SAWO menjadi Desa PURWOHARJO maka akhirnya desa menjadi aman, tentram, damai dan sejahtera kembali.

Sejarah Desa Purwoharjo Dari Masa Ke Masa
Sblm - 1904 Desa dipimpin oleh Kuwu Tjamenggala
Tahun 1904, Pemilihan Kuwu/Lurah secara dodokan (berbaris Jongkok dibelakang calon di lapangan terbuka) terpilih R.Soemitro.
Tahun 1908, Pemilihan Kuwu/Lurah secara dodokan (berbaris Jongkok dibelakang calon di lapangan terbuka) terpilih Bpk Soerawidjaya (Glondong Dower).
Tahun 1943, Pemilihan Kepala Desa secara Gitingan (lidi dimasukan ke bumbung bambu) terpilih Bpk Tirtowiranoe (dalang djenggot).
Tahun 1947, Pemilihan Kepala Desa secara Gitingan (lidi dimasukan ke bumbung bambu) terpilih Bpk Samsoedin.
Tahun 1972, Pemilihan Kepala Desa secara demokrasi terpilih Bpk. Hoedojo.
Tahun 1972, Penggantian nama desa dari Desa Sawo menjadi Desa Purwoharjo.
Tahun 1975, Mendapat bantuan Bulgur, susu bubuk, dan ikan kaleng.
Tahun 1980, Pembangunan Balai Desa secara swadaya.
Tahun 1989 Merupakan saat pemilihan Kepala Desa secara demokratis, terpilih Bpk.Slamet