Legenda dan Sejarah Desa Ampelsari Dari Masa Kemasa

Pada Umumnya setiap desa mempunyai legenda dan sejarah desa sama halnya dengan Desa Ampelsari, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen ini.

Berikut ulasan Legenda dan Sejarah Desa Ampelsari Dari masa kemasa

MASA PEMERINTAHAN IMAN SUPARTA TAHUN 1922 S/D TAHUN 1946 M ( Lurah ke - I )
Pada masa sebelum Tahun 1921 Desa Ampelsari masih terbelah menjadi dua yaitu Desa Ampel dengan Lurah bernama Mangun Wijaya dan Desa Pelautan dengan Lurah bernama Tulus. Kemudian karena wilayah kedua desa tersebut terlalu sempit, sehingga tahun 1922 Desa Ampel dan Desa Pelautan digabung menjadi satu desa dan diberi nama Desa Ampelsari dengan dipimpin oleh seorang Lurah bernama Iman Suparta. Adapun proses pengangkatan Iman Suparta sebagai Lurah adalah sudah melalui pemilihan langsung tetapi prosesnya dengan cara duduk ( Jawa : dodokan ) dimana pada waktu itu ada dua calon lurah yaitu 1) Iman Suparta dan 2) Tulus. Bagi pemilih/warga yang mendukung/memilih calon lurah diantara dua tersebut agar mengikuti duduk semua dibelakang calon lurah , kemudian dihitung siapa yang paling banyak pengikutnya yang duduk dibelakangnya. Dan kebetulan waktu itu Iman Suparta pengikutnya lebih banyak dibanding Tulus sehingga Iman Suparta berhak memimpin Desa Ampelsari untuk yang pertama kali.

Kemudian setelah Iman Suparta dinyatakan /dinobatkan menjadi Lurah mengangkat seorang Juru Tulis ( carik ) pertama untuk desa Ampelsari yaitu yang bernama Atmowikarto. Pada Tahun 1925 Pemerintahan Iman Suparta membangun / mendirikan Sekolah Tingkat Dasar yang diberi nama sekolah SR Ampelsari.Adapun bangunan sekolah SR tersebut memakai dinding bambu dan kerangka /tiangnya memakai kayu jati. Tanah yang dipergunakan untuk membangun adalah milikwarga yang dibeli sendiri oleh Lurah Iman Suparta, dan sampai pada Tahun 2010 ini sekolah tersebut masih berdiri walaupun sudah direhab berkali-kali. Dan sekolah tersebut sekarang dijadikan sekolah TK Dharma Wanita Ampelsari. Adapun pelayanan/kantor Pemerintahan Lurah Iman Suparta ditempatkan dirumah pribadi yaitu lokasi/petilasan /bekasnya yang berada dilingkungan Masjid Baiturrohim Ampelsari sebelah barat. Iman Suparta berkuasa menjadi Lurah berakhir sampai tahun 1946.

2. MASA PEMERINTAHAN MOKHAYAT DULAH KASTARI TH. 1946 S/D TH.1986 ( Lurah ke - 2 )
Mokhayat Dulah Kastari berkuasa menjadi Lurah melalui proses pemilihan yang berakhir dengan kemenangan atas rival politiknya sebanyak 5 (lima ) orang kandidat Lurah waktu itu. Adapun kandidat Lurah tersebut antara lain ; 1) Mokhayat Dulah Kastari 2). Dulah Kanan 3). Marta Saida 4). Parta Reja 5). San Dahlan. Adapun teknik proses pemilihan memakai lidi dari janur Kelapa (Jawa : Gitingan ), yaitu setiap pemilih diberi satu lidi lalu dimasukan kedalam bambu dipotong ( Jawa : Bumbung ) yang telah diberi simbul dari masing-masing calon, dan ternyata lidi yang dimasukkan kedalam bumbung tersebut adalah bumbung milik Mokhayat Dulah Kastari sehingga dinobatkan menjadi Lurah menggantikan Iman Suparta.

Pada masa pemerintahannya pertama membangun jalan utama Desa yaitu melebarkan dari yang ukuran semula 2,50 M menjadi 4 M sepanjang 1900 M. Kemudian pada Th. 1977 menerima bantuan Inpres untuk Sekolah Dasar Negeri, sehingga menyiapkan lahan tanah untuk pembangunan gedung SD tersebut, dengan dilakukan dengan tukar guling milik kas desa dengan milik warga seluas 4.200 M2. Pusat Pemerintahan Mokhayat Dulah Kastari ditempatkan dirumah pribadinya selama 23 th, tetapi pada tahun 1979 beliau membangun Kantor Desa dan Balai Desa yang kemudian pusat Pemerintahannya ditempatkan dikantor yang dibangun tersebut dan dipakai sampai tahun 2010 ini.
3. MASA PEMERINTAHAN UNTUNG SUBAGYO TH. 1986 S/D TH.1994 ( Kepala Desa ke- 3 )

Proses pemilihan ini adalah sudah modern dan dengan cara yang demokratis. Untung Subagyo menjadi Kepala Desa bersaing dalam pemilihan dengan 3 (tiga) calon yaitu ;
1) Muslimin dengan syimbol Gambar Padi 2). Untung Subagyo dengan simbol Gambar Ketela 3). Machfudz dengan simbol Gambar Jagung. Pada masa ini pemerintahan sudah modern dimana segala Pusat Pemerintahan Desa dipusatkan /ditempatkan dikantor Desa. Pada masa ini berhasil membentuk lembaga kemasyarakatan yaitu : membentuk RT dan RW, membentuk LKMD , membentuk Karang Taruna yang sampai saat ini lembaga tersebut masih berfungsi.Kemudian membangun Lapangan olah raga di Kepuh, membangun Gedung PKK Desa, membangun Gedung BKD di RW 04 / Bengkung.



4. MASA PEMERINTAHAN Drs. AHMAD MARSUDI TH.1994 S/D TH.1999 ( Kepala Desa ke – 4 )
Drs Ahmad Marsudi menjadi Kepala Desa sangat legendaris, dimana baru hanya dijabat 4 tahun dilepas, yang seharusnya 8 tahun sesuai acuan pada PP No 13 Th 1978. Hal ini dilakukan karena yang bersangkutan mengundurkan diri dengan hormat karena dalam waktu yang bersamaan sedang menjabat sebagai Kepala Desa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) dilingkungan Departemen Agama RI.Tetapi walaupun hanya menjabat 4 tahun sudah banyak berjasa /berjuang didesa Ampelsari ini, diantaranya membangun moral/pendidikan agama dengan mendirikan Madrasah Diniyah Tarbiyatul ‘Atfal, mengadakan pengajian rutin ibu-ibu muslimat dan fatayat yang sampai Th. 2010 ini masih berjalan. Dibidang pembangunan fisik merehab Kantor Desa dan Balai desa dengan wajah baru. Memperbaiki saluran air di persawahan luangan supaya bebas dari banjir. Merehab jembatan kucingan secara total dan kuat sehingga sampai sekarang masih kuat.Drs Ahmad Marsudi diangkat menjadi Kepala Desa dengan cara pemilihan . Ada 2 ( dua ) calon yaitu ; 1) Untung Subagyo ( pejabat sebelumnya/manten) dengan syimbul Padi , 2) Drs Ahmad Marsudi dengan syimbol gambar Ketela. Setelah Drs Ahmad Marsudi hanya menjabat 4 tahun kemudian diangkat Penjabat sementara Pjs Kepala Desa Ampelsari yaitu oleh Moh.Soleh sampai 2 tahun . Hal ini larena ada Surat Bupati Kebumen agar segera diadakan Pengisian /Pemilihan Kepala Desa bagi desa-desa yang Kepala Desanya kosong, termasuk desa Ampelsari.



5. MASA PEMERINTAHAN SOBIRIN TH. 2001 S/D 2006 ( Kepala desa ke -5 )
Masa Jabatan Sobirin sebagai Kepala Desa sesuai dengan Keputusan Bupati Kebumen nomor 141/1076/KEP/2001 adalah 5 Tahun.Pemilihan Kepala Desa tahun 2001 dengan 3 calon yaitu : 1) Sutomo dengan syimbol gambar Padi, 2) Saefudin dengan syimbol gambar Ketela, dan 3) Sobirin dengan syimbol gambar Jagung. Masa pemerintahan Sobirin pembangunan yang dilakukan adalah merehab Masjid 2 ( Baiturrohman dan Baiturrohim ) , Merehab 8 Musholla diseluruh desa, memindah Lapongan olah raga dari Kepuh ke Lapangan Gondang, membangun Jembatan Karet, menormalkan saluran air di RW III belakang rumah bp.Yatmo untuk mencegah bahaya banjir, membangun ruang Kepala Desa.Untuk pembangunan ekonomi memperlancar/mengkondusifkan penyaluran bantuan BLT, memberikan modal simpan pinjam bagi ibu-ibu yasinan RT sebanyak 8 kelompok.



6. MASA PEMERINTAHAN SAEFUDIN TH. 2007 S/D 2013 ( Kepala desa ke-6)
Sosok kepemimpinan Saefudin sangat perlu di tiru dimana kesemangatannya untuk memimpin desa Ampelsari sangat tinggi. Hal tersebut dapat disimak perjuangannya,dimana ketika mencalonkan diri pada priode sebelumnya dengan rendah hati menerima kekalahan pada persaingan menjadi Kepala Desa dan langsung mengucapkan selamat kepada pesaing/pemenangnya yaitu Sobirin dimana hal ini jarang terjadi dilakukan oleh Calon Kepala Desa yang kalah dalam bersaing. Setelah tidak sukses meraih jabatan Kepala Desa pada periode sebelumnya ( Kepala Desa ke- 5 ) Saefudin membangun diri, baik kepribadian maupun komunikasi politik dengan warga masyarakat yang akhirnya pada periode berikutnya yaitu ( Kepala Desa ke-6 ) berhasil diraihnya jabatan Kepala Desa yang sebelumnya sangat di idamkan dan di impikan. Saefudin mengungguli calon Kepala Desa lainya yaitu No.Urut 1) Yatmo memperoleh 9 (sembilan) suara , No.Urut 2 ) Zaenal Ali M memperoleh 522 (lima ratus dua puluh dua ) suara, dan No.Urut 3) Saefudin memperoleh 580 (lima ratus delapan puluh ) suara/sebagai pemenangnya. Kemudia setelah dilantik oleh Bupati Dra.Hj.Rustrinindsih,Msi dengan No.SK Pengangkatan :
141/1525/KEP/2007 tgl. 04 Juli 2007 kegiatan pembangunan yang dilaksanakan adalah diantaranya, dari Pemerintahan menata kembali jadwal piket harian Perangkat desa, mengadakan reorganisasi semua Ketua RT, mengadakan reorganisasi pengurus LKMD, reorganisasi pengurus TP.PKK Desa. Untuk bidang Sosial budaya membentuk Forum Kesehatan Desa . Sedangkan untuk pembangunan fisik yang menonjol sampai Th.2010 ini diantaranya, Membuat Gedung Balai Desa baru, membangun jalan makadam di gang desa sepanjang 2.500 M x 2,5 M , membangun aspal jalan di poros desa sepanjang 1.760 M x 3
M.


7. MASA PEMERINTAHAN MUKHTAR TH. 2013 S/D SEKARANG ( Kepala desa ke -7)

Masa jabatan Kepala Desa Mukhtar sama dengan masa jabatan Kades Saefudin yaitu 6 tahun, dengan kepemimpinan yang sederhana. Proses pengangkatan beliau sistemnya tidak jauh berbeda dengan pemilihan Kepala Desa sebelumnya yakni dengan pilihan gambar calon Kepala Desa. Pada saat itu ada 3 (tiga) calon yakni 1) Saefudin, sebagai in combent (Pajabat Kades sebelummanten) 2) Mukhtar dan 3) Umi Maskanah. Perolehan suara terbanyak diperoleh oleh Mukhtar, sehingga beliau terpilih menjadi Kepala Desa Ampelsari.
Beliau Bapak Mukhtar berangkat dari seorang yang pekerja keras yaitu mulai menjadi seorang sales, sampai menjadi seorang tukang penggiling padi keliling dan kemudian menjadi seorang Kepala Desa. Karena perjalanan karirnya yang selalu berkaitan dengan masyarakat, sehingga menjadikannya seorang pemimpin yang secara ikatan emosional menjadi lebih dekat kepada masyarakat, tidak hanya kepada kalangan atas, tetapi dekat juga dengan kalangan menengah kebawah. Berangkat dari itu semua, Bapak Mukhtar dalam menjadikan pemerintahan Desa juga lebih hidup.

Di awal jabatannya beliau mengangkat beberapa Perangkat Desa yang baru, sejumlah 6 orang yang masing-masing untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong karena Perangkat sebelumnya sudah purna tugas atau pensiun. Jabatan Perangkat Desa yang baru mengisi kekosongan, yaitu; Pembantu Kaur Pemerintahan, Pembantu Kaur Pembangunan, Kaur Umum, Pembantu Kaur Umum, Kadus 1 dan Kadus 2.

Dengan adanya perangkat baru dan sumberdaya pemerintahan yang memadai, segala puji syukur, pada bulan September 2013 Desa Ampelsari menerima bantuan PPIP tahap 3 dan digunakan untuk membangun aspal jalan Desa sepanjang 1.600 meter x 2,5 meter.

Pada tanggal 28 Maret 2015 Desa Ampelsari mendapatkan penghargaan PPD (Partisispasi Pembangunan Desa) sebagai Desa terbaik juara 2 di Kabupaten Kebumen. Dalam partisipasi pembangunan berbagai penghargaan diraih, sampai dalam hal pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) termasuk muri.Hal ini menambah sejarah baru dalam pemerintahan Desa Ampelsari khusunya pada pemerintahan Mukhtar. Keberhasilan-keberhasilan ini merupakan semangat baru dari para Perangkat Desa yang baru maupun yang lama, sehingga dengan kegigihan dan kerjakeras Perangkat Desa dibawah pimpinan Bapak Mukhtar memperoleh kemajuan-kemajuan khususnya dalam bidang administrasi dan pelayanan terhadap masyarakat.

Pada Tanggal 21 Mei 2014 Desa Ampelsari mendapat kepercayaan dari pemerintah Daerah Kabupaten yaitu dengan adanya TMMD. Yang banyak manfaat bagi masyarakat diantaranya; pembangunan fisik pembuatan talud sepanjang 250 meter yang berada di wilayah RT 04/02 daerah kawasan pertanian (Luangan). Demikian sejarah singkat Desa Ampelsari dari masa kemasa semoga menjadi wawasan yang bermanfaat, tidak puas dengan apa yang telah didapatkan, menjadi inspirasi dan motivasi untuk lebih maju dan berkembang dalam baik dari segi administrasi pemerintahan, sosial, agama, budaya dan juga perekonomiannya. Amin.

Sumber:
RPJMdes Desa Ampelsari 2014-2019