Sejak Mataram Islam Desa Jogomertan Sudah Berdiri, Berikut Sejarahnya!

Desa Jogomertan Kecamatan Petanahan, kabupaten Kebumen telah ada sejak Jaman Mataram Islam, dan masih erat hubungannya dengan sejarah berdirinya Kabupaten Kebumen. Pada jaman peperangan antara Mataram dan Belanda ada seorang prajurit mataram yang melarikan diri dari kejaran Pasukan Belanda dan menetap di Desa Jogomerta yang bernama Demang Joyopawiro.

Demang Joyopawiro membentuk pasukan dan laskar untuk berperang menghadapi tentara Belanda yang dibantu oleh rakyat kebumen kususnya masyarakat desa Jogomertan. Pasukan dan laskar setempat kebanyakan memakai ikat kepala yang terbuat dari kain batik, ikat kepala dari kain batik tersebut dinamai atau disebut meretan. Pada saat itu kebanyakan rakyat setempat bertugas atau berjaga secara bergiliran di perempatan jalan desa dan memakai ikat batik meretan. Untuk mengenang kejadian dan kebanyakan masyarakat desa setempat yang memakai meretan dan berjaga di perempatan jalan maka desa ini di namai Desa Jogomertan, yang selanjutnya berdirilah desa Jogomertan sampai sekarang.

Sepeninggalnya tentara Belanda dan Pasukan Mataram dari desa Jogomertan ada seorang Prajurit Mataram yang sakti tidak mau pulang ke Keraton Mataram yang bernama Joyopawira. Pada saat itu orang tersebut bertempat di dukuh antara perbatasan Desa Jogomertan,Klirong dan Tangjungsari yangb sekarang di sebut dukuh Japaira. Karena Kesaktiannya dan Jasa Demang Joyopawira maka memberi nama desa Jogomertan.

Masyarakat Desa Jogomertan sebagaimana layaknya masyarakat yang tertinggal di kawasan pedesaan memiki system kekerabatan dan jiwa gotong - royong yang tinggi dalam menyusun perencanaan pembangunan , masyarakat terlebih dahulu mengadakan musyawarah antar warga Dusun , kemudian untuk meringankan anggaran pembangunan maka pelaksana kegiatannya dilakukan melalui gotong royong atau kerja bakti seperti dalam perbaikan pembangunan sarana ibadah, social, dan lain lain.

Bentuk gotong royong tersebut dapat berupa tenaga, atau matrial masyarakat cenderung lebih senang menyumbangkan tenaga maupun matrial dari pada uang , karena potensi Desa pertanian, bambu, dan kayu banyak terdapat di Desa.

Peran serta masyarakat dalam pembangunan dari sisi masyarakat Desa Jogomertan adalah wujud tingginya jiwa kekeluargaan karena mereka menilai bahwa pembangunan yang berjalan di desa merupakan tanggung jawab bersama selain pemerintah yang notabennya mereka kebanyakan penduduk asli dan tinggal bertahun – tahun sebagai suatu keluarga besar “ Desa Jogomertan “

Dalam perkembangan sejarah kepempinan Kades ( Lurah saat itu ) di Desa Jogomertan tercatat dalam sejarah Desa Jogomertan yaitu dimulainya kepempinan dari Kepala Desa Abdul Rokhim ( 1937 – 1973 ), Abdul Mu’in (1974 – 1989) Suharso (1990 -1998 ) Sutadji, BA ( 1999 – 2013) S/D 2013 dan 2013 sampai sekarang Kades Suharto.

Kepala Desa sebelum masa kemerdekaan jauh berbeda dengan kondisi sekarang , pada waktu itu Kepala Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan belum memiliki pedoman atau ketentuan yang jelas ( seperti undang – undang,perda dan perdes ) karena dalam cengkeraman kekuasan penjajah , kebebasan pemimpin dan masyarakat dibatasi oleh penjajah sehingga pembangunan tidak berjalan kepempinan Kepala Desa termasuk Desa Jogomertan berpengaruh terhadap dinamika Pemerintahan termasuk pada model dan mekanisme perencanaan serta pelaksanaan pembangunan , seorang Kepala Desa dituntut mampu mengelola sekaligus menjadi aparat atau tokoh yang dapat membawa Desa kepada kemajuan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang prima menuju kesejahteraan masyarakat .

Kehadiran Lembaga Kemasyarakatan (LKMD,PKK,RT,RW ) dan lembaga pemerintahan Desa (BPD)banyak membantu penyelenggaraan Pemerintahan dan pengelolaan Pembangunan desa .

Sedangkan dari sisi partisipasi masyarakat perlu untuk aktif memberikan masukan dan peran , tugas dan funsinya dengan baikbsebagaimana ketentuan perundang – undangan yang berlaku.

Sumber:
Portal Desa Jogomertan, Kecamatan Petanahan, kabupaten Kebumen