Sejarah Desa Pasuruhan Kecamatan Puring

Pada zaman dahulu datanglah seorang pengembara bernama Suro Menggolo di suatu daerah dataran rendah yang tak berpenghuni. Sebagian besar wilayah berupa rawa dengan semak belukar yang tumbuh tinggi dan lebat, sedangkah wilayah yang lebih tinggi banyak ditumbuhi daun suruh (sirih).

Perlahan rawa tersebut ia kelola untuk dijadikan lahan untuk bercocok tanam dan disela waktu istirahat ia berucap “ Yen ono rejaning jaman papan iki tak wenehi tenger Pasuruan” (jika ada kemajuan jaman tempat ini saya kasih nama Pasuruan). Seiring berjalanya waktu, satu demi satu orang- orang mulai berdatangan untuk hidup dan ikut bercocok tanam di daerah tersebut. Hingga suatu ketika terbentuklah kelompok- kelompok masyarakat yang terbagi di tiga wilayah dengan tiga kepemimpinan. Songsongprono memimpin wilayah Pasuruan, Trunajaya memimpin wilayah Jatiamba dan Ranureja memimpin wilayah Sampang. Hingga akhirnya pada jaman penjajahan tiga wilayah tersebut bersatu menjadi Desa Pesuruhan yang kemudian dipimpin oleh Suradrana.

Desa Pesuruhan merupakan salah satu desa di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen yang terletak di ujung barat dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Buayan. Batas wilayah Desa Pesuruhan Sebelah Utara adalah Desa Rangkah Kecamatan Buayan, sebelah timur Desa Weton Kulon Kecamatan Puring, sebelah selatan Desa Adiwarno Kecamatan Buayan dan sebelah barat Desa Rangkah dan Desa Adiwarno Kecamatan Buayan. Sebagian besar wilayah dipergunakan sebagai lahan pertanian seluas 56,9 hektar dan 21,2 hektar dipergunakan untuk permukiman dan fasilitas umum. Dari sisi demografi, jumlah penduduk Desa Pesuruhan sebanyak 694 jiwa yang terdiri dari 364 jiwa laki – laki dan 330 perempuan. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani yang juga berternak sapi dan sebagian bekerja sebagai buruh, karyawan swasta, wiraswasta dan pegawai negeri.

Potensi yang dimiliki Desa Pesuruhan adalah padi dan sapi. Dari luas lahan pertanian yang ada, dalam setiap tahunya mampu menghasilkan 398 ton padi kering giling sedangkan untuk jumlah indukan sapi sebanyak 127 ekor mampu menghasilkan 100 ekor anakan sapi setiap tahunya.